Beranda > Humor Ala ORB > Rico si Anak Ajaib “BAB mengeluarkan Uang”

Rico si Anak Ajaib “BAB mengeluarkan Uang”

by : ofa ragil boy

anak-ajaib Rico (4) bocah cilik dari pasangan pasutri Dudung (26) dan Mia (23) sedang naik daun. Pasalnya Rico setiap buang air besar (BAB) selalu mengeluarkan uang, bersamaan dengan kotorannya. Awalnya Rico secara tidak sengaja pernah menelan uang koin “seratus rupiah”.

Ini membuat saya panic dan khawatir karna takut terjadi apa-apa, makanya pas awal kejadian itu saya langsung memberi makanan sebanyak-banyaknya kepada Rico dengan harapan uang yang ditelannya cepat keluar, dan alhamdulillah tidak lama kemudian harapan saya menjadi kenyataan, Rico membuang air besar “BAB” tapi saya sungguh terkejut ketika mendengar erangan Rico saat BAB “tidak seperti biasanya”, Rico merasa kesakitan mengeluarkannya, setelah beberapa menit dipaksa, kemudian keluar kotorannya dan ternyata terdapat buntalan “gulungan” kertas dan mungkin hal ini yang membuat Rico sakit. Saya pun penasaran dengan buntalan tersebut, dengan tanpa rasa jijik saya mengambilnya dan ternyata, itu adalah uang seratus ribu rupiah.“tutur mia”

Kejadian ini sangat mengejutkan keluarga dan bahkan warga setempat, apalagi sampai sekarang “kurang lebih satu bulan” setiap Rico BAB selalu terdapat embel-embel alias uang yang jumlah nominalnya tidak menentu, mulai dari lima puluh rimbu bahkan sampai duaratusribu.

Menurut RW setempat, kejadian ini merupakan salah satu titik terang bagi bangsa Indonesia khususnya dibidang perekonomian. “namun pernyataan tersebut ditolak oleh warga”

Yang lebih mengejutkan lagi dan bahkan tragis dengan kejadian ini, yaitu salah satu dari tetangga Rico, Parmin (17) mencoba mengikuti jejak Rico, menelan uang sepuluh ribu rupiah. Saya berharap menghasilkan uang yang lebih banyak dari penghasilan Rico, karna saya menelan uang yang jumlahnya lebih banyak. Tapi setelah saya coba, eh malah sudah hampir satu minggu tidak bisa BAB, yang ada perut terasa sakit “parmin menuturkan sambil menangis”

Ini bener-bener keajaiban dunia, dan membuktikan bahwa Tuhan memang maha adil “tutur salah satu ustad”.

Disela-sela kekhawatiran keluarga parmin, mendadak parmin menjerit, meronta-ronta kesakitan, dan warga setempat pun berbondong-bondong menengoknya. Ditengah keramaian itu parmin akhirnya bisa juga BAB yang pertama kalinya setelah menelan uang, dan terdapat buntalah kertas seperti halnya Rico saat BAB, namun buntalan kertas yang terdapat di kotoran parmin hanyalah kertas biasa yang terdapat tulisan : maaf anda belum beruntung! Coba ulangi sekali lagi. Terima kasih.

Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama, tokoh atau karakter dan tempat, mohon maklum adanya. Terima kasih.

Kategori:Humor Ala ORB
  1. 8 Maret 2009 pukul 01:22

    Aduh mas aku sampe bacanya konsentrasi penuh aku pikir bener.thanks ya udah mampir di blogku.Salam kenal yaa

  2. 8 Maret 2009 pukul 06:07

    heheh….tiwas semangat bacanya. Gak taunya Bendol ketipu…
    hehe….

  3. Upik
    8 Maret 2009 pukul 06:31

    Lutchu deh… Bacanya aja sampe melotot, ga taunya… gokil abis..
    dek dek, bisa aja..

  4. 8 Maret 2009 pukul 15:07

    he…he, dah pernah denger. jadi ngga ketipu.

  5. 8 Maret 2009 pukul 23:55

    ajakakakkaka ada ada aja

  6. 9 Maret 2009 pukul 03:48

    heheh e jadi inget saya juga sepert dia koin Rp.25,- eh ngomong soal pertanyaannya suda lihat di sini http://dendin.co.cc//2007/12/upgrade-wordpress-dengan-filezilla/

  7. 9 Maret 2009 pukul 03:51

    kalo boleh tahu apa nama domain co.cc?🙂

  8. 9 Maret 2009 pukul 04:53

    gyahahah😆
    ada2 aja, masa iya eeq duit😆

  9. 9 Maret 2009 pukul 10:28

    @dendin
    nia lamat gw bang http://orb7.co.cc/
    lom bisa-bisa

  10. 10 Maret 2009 pukul 05:10

    hahahahaha….
    gak ketipu..😛

  11. 10 Maret 2009 pukul 09:35

    Ada ada saja, gua udah serius bacanya padahal akhir cerita hanya cerita fiktif… aduh mantap dan lucu
    Salam

  12. 10 Maret 2009 pukul 10:08

    @ to all
    soryy kalo bacanya pada serius, bukan saya mau ngerjain, tapi ini emang humor ala orb, soalnya dari dulu saya mostingnya serius melulu, biar ga stress, sekali2 bercanda. heheh……….

    thanx to all
    salam kembali

  13. 10 Maret 2009 pukul 10:17

    Welehhhh…
    Dah serius nih tadi bacanya, Fa..
    Hahahahaha…
    Aku kira kayak cerita dukun Ponari itu.

    Tapi, ndak apa-apa koq.
    Toh saya dapat maknanya.
    Yakni ndak boleh rakus – hanya mentingin duit semata, jadinya ikut-ikutan utk nelan duit hanya supaya bisa kaya.
    Kasihan banget tuh orang yg sengaja ikut-ikutan makan duit itu.

  14. 10 Maret 2009 pukul 12:40

    @helda
    makasih nieh gw ja yang ngarang cerita ga kepikiran hikmah itu, tapi emang bener2 ternyata diluar kesadaran gw, cerita ini ada makna yang sangat berharga, bener kata helda “kita ga boleh rakus atau iri ma orang lain, kecuali iri ilmu itu sangat di anjurkan. ya meskipun manusia ga pernah merasa puas, tapi setidaknya kita bisa mengontrol diri.

  15. 10 Maret 2009 pukul 19:53

    Jaman krisis emang banyak juga ya yang suka menghapal eh hayal😀 Aku juga dapet inspirasi tuh untuk nulis humor lagi guru, tapi udah jadi sebelum jue ke sini. Cepetan guru ambil tuh top komengnya😀

  16. 12 Maret 2009 pukul 15:53

    kalu beneran mending BAB terus ja & ga usah krj Dunk !!

  17. 13 Maret 2009 pukul 06:07

    mantep bener gw ketipu😀

  18. 13 Maret 2009 pukul 06:28

    @esnu
    ya maaf bang.

    hehehhee

  19. yayah
    19 April 2009 pukul 14:10

    humornya ktahuan dah di baca stengah nya… hampir deh ktipu…,tapi bagus juga buat tambah bengong aja sih..,tdinya sih penasaran tapi .. oke juga

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: