Beranda > Humor Ala ORB > aku dan pengemis

aku dan pengemis

by : ofa ragil boy

pengemis Ngemis “Pengemis” mungkin merupakan salah satu pekerjaan yang memalukan, tapi tidak bisa dipungkiri lagi, hampir dipinggir-pinggir jalan raya, bus-bus kota, sangat marak mulai dari anak balita sampai yang tua renta sekali pun. dan bahkan banyak pula pengemis door of to door “bahasa yang aneh”.

Banyak factor yang menyebabkan seseorang menjadi pengemis, dan banyak juga aksi-aksi “modus” untuk melakukan pekerjaan tersebut. ada dari sebagian pengemis yang berpura-pura cacat, padahal dia normal, dan masih banyak lagi modus pengemis yang pastinya sering sobat jumpai. dan tentunya sobat yang menjadi korban para pengemis, hendaknya waspadalah, karena tidak jarang dari sebagian mereka ada yang memaksa, dan bahkan sampai kekerasan pun di ikut sertakan tanpa pandang bulu. Ya begitulah pengalaman yang pernah saya lewati.

Awalnya saya tidak pernah terpikir akan hal tersebut, setelah satu rombongan pengemis “4 orang” melantunkan lagu-lagu hitsnya, seperti biasa dan sudah menjadi kewajiban mereka meminta sumbangan “uang” se-ikhlas-nya “katanya sieh”.

Seketika itu saya mengasih mereka uang senilai dua ratus perak “rupiah” dan saya ikhlas tanpa mengharap imbalan kecuali dariNya, dan saya pun tidak ngomong-ngomong kepada semua orang dengan apa yang saya berikan kepada orang lain. Engga tahu kenapa tiba-tiba mereka marah dan langsung membentak saya.

“hai…!!! kamu jangan menghina kami ya..!!! zaman sekarang duit duaratus perak dapat apaan, kalo kamu cuman ngasih segini, mendingan ga usah ngasih, dasar pelit ga mau menghargai pengamen/pengemis”

Dengan sikap kasar tersebut, saya pun tidak terima.

“hai bang…!!! Saya sudah menghargai abang, dan kalo kaya gini caranya, justru abang yang tidak menghargai saya. Kalo abang mau dihargai, ya harusnya abang menghargai orang dunx..!!!,

Mendengar perkataan saya, eh malah urusan tambah berabe….,,, mereka makin kenceng..

“ooo…. Berani juga ya, jadi kamu ngelawan nieh..??” “dengan nada so jagoan”

“Bukan berarti gitu bang…, Ya udah mendingan gini ajah, kalo abang merasa terhina dengan pemberian saya, sekarang uangnya kembalikan saja, dan saya akan ganti” “tutur saya untuk mencari solusi”

“ok…!!! Emang harusnya gitu” “dengan bangga mereka berkata”

Setelah sepakat dan mereka mengembalikan, saya pun langsung menggantinya, dengan nominal yang lebih kecil, yaitu seratus perak “rupiah”.

Ternyata pemberian saya yang kedua tidak menjadi solusi, eh malah semakin tambah panas permasalahannya. Tanpa basa dan basi, dengan refleksnya tangan pengamamen melayang ke tangan saya dan uangnya jadi kabur “mencolot [bahasa inggris]”.

“hai…. kamu bener-bener menghina ya, apa kamu sudah bosen hidup” [pengamen membentak dengan marahnya]
“maksud abang gimana sieh, tadi abang sendiri yang bilang kan? Kalo saya itu menghina abang dengan memberi uang duaratus perak, kalo saya menggantinya duaribu rupiah berarti saya menghina abang sepuluh kali lipat, mangkaning karna saya tidak mau menghina abang, ya udah saya kasih seratus perak. Puasss lhooo..!!!” [saya bentak mereka] selesai dah…..

Kategori:Humor Ala ORB
  1. 5 Maret 2009 pukul 09:04

    ya itu lah delima eh…dilema kita yang sabar aja ya…hehehehe btw blog ne tambah keren aja,,

  2. 5 Maret 2009 pukul 09:34

    heheheheh berarti pengemis sekarang lebih komersial atau sombong….hhmmm menyebalkan, jadinya terkadang kita serba salah niat kita nih dalam memberi uang kepada mereka jadinya antara ikhlas dan tidak karena saya sendiri terkadang sanksi mereka tuh ngemis beneran apa boongan

  3. 5 Maret 2009 pukul 10:00

    buset.. udah dikasih bukannya terima kasih

  4. 5 Maret 2009 pukul 10:01

    @omiyan
    ya tentunya beneran lah om, kaya kurang kerjaan aja, ngemis-ngemisan. hehhee……..
    tapi bener om kata bang dendin, kita harus sabar, klo emang menghadapi hal demikian.

  5. 5 Maret 2009 pukul 10:10

    Huahaha
    Jawbanya pnter bgt
    Btw abz tu gmn klanjutannya?

  6. 5 Maret 2009 pukul 10:13

    @fanz
    kelanjutannya ya mereka diam.

    makaning sobat, selagi kita bener ga usah takut, kalo kita diem ajah mereka jadi bangga,

    thanx to all

  7. 5 Maret 2009 pukul 16:19

    Kasih senyuman maut dikit aja. Terus ambil uangnya deh.😀

  8. 6 Maret 2009 pukul 04:46

    di gendam ^^,

    met kenal bro …

  9. 6 Maret 2009 pukul 05:04

    thanx, nama lo sapa, gw orb
    hehhee…..

  10. 6 Maret 2009 pukul 06:44

    mak,,,

    pengemis jaman skarang kok kayak gitu ya,,

    tapi saya blom pernah kayak gitu,,,

    salam kenal,,,,

    mampir juga ya ke blog boker,,,

  11. 6 Maret 2009 pukul 07:28

    Gileee.. tuh pengamen.
    Uhh.. Ndak tau terima kasih.
    Ya, seharusnya mau berapa kek yg dikasih orang, dia jangan kayak gitu.😥

  12. 6 Maret 2009 pukul 07:30

    pengemis juga menusia, hehhehe……..
    pastinya kalo da waktu pasti gw silaturrahmi

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: