Beranda > Tak Berkategori > penemuan mayat tanpa identitas di kampung halaman orb

penemuan mayat tanpa identitas di kampung halaman orb

by : ofa ragil boy

penemuan-mayat SLAWI
Setelah melakukan otopsi pada mayat pria tanpa identitas yang ditemukan di areal hutan petak 71 Desa Karangdawa Margasari pada Rabu (18/2) lalu,

jajaran Satreskrim Polres Tegal kini tinggal mencari motif dari penyebab dari korban yang sampai meninggal dengan kondisi setengah bugil dan celana dalam serta barang bukti lain tercecer berbeda tempat. Pasalnya, kecurigaan akan tubuh korban yang kondisinya setengah telanjang adalah korban ‘sodomi’, ternyata tidak benar.

”Awalnya kami mengira, laki-laki tampan yang berusia sekitar 25 tahun itu adalah korban sodomi atau tindak kekerasal seksual. Namun demikian, setelah memeriksa lebih lanjut dengan dilakukan otopsi pada jazad korban ternyata kecurigaan itu salah,” terang Kasatreskrim AKP Rudi Hartono SIK melalui Kepala Unit Identifikasi Bripka Eko kepada Radar Sabtu (21/2) kemarin.

Namun demikian, lanjut Eko, sampai sekarang pihaknya bersama dengan tim Resmob lainnya yang tengah mengusut kasus ini masih belum bisa menyimpulkan sebab kejadiannya. Pasalnya, meski kondisi korban setengah bugil dengan beberapa pakaian lainnya tercecer berbeda tempat, namun pada tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan maupun bekas luka sayatan ataupun yang lain. Sehingga, ini yang menyebabkan sangsi bagaimana proses meninggalnya korban.

”Sampai sekarang, kami juga belum menerima laporan akan orang kehilangan seperti ciri-ciri korban tersebut. Namun kami yakin, pria berambut hitam lurus, alis tebal, tinggi sekitar 160 cm, dan berkaos putih lengan panjang itu bukan lingkungan sekitar. Sebab, sejak menemukan kasus tersebut jajaran kami juga sudah berusaha keras untuk bisa memberikan kabar kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Tegal,” pungkasnya.

Sementara mayat korban pria tak dikenal yang sempat dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Soeselo Slawi, akhirnya dikubur paksa. (gus)

sumber : radartegal[dot]com

Kategori:Tak Berkategori
  1. 23 Februari 2009 pukul 17:01

    Seram juga…tapi koq bisa pas disana??

  2. 23 Februari 2009 pukul 17:12

    tau tuh bos, lom teridentifikasi juga, ya terpaksa dah di kubur,
    waspadalah sedulur

  3. Upik
    24 Februari 2009 pukul 08:00

    Kerasnya hidup kadang membuat kita semua kehilangan hati nurani.. Semoga kita semua tidak mengalami semua itu… Naudzubillahi min dzalik..

  4. 24 Februari 2009 pukul 08:25

    @upik mba’e

    ya bu, Naudzubillahi min dzlaik tsumma Naudzubillahi min dzlaik

  5. 3 Maret 2009 pukul 06:35

    Mengenaskan…
    Apakah orang tersebut berasala dari desa Karang dawa juga..?

    Duh kampung halamanku………..

  6. 3 Maret 2009 pukul 07:52

    bener2 mengenaskan tuh, ya ga tau dari mana asalnya, karne pake L, trus dikubur langsung.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: