Beranda > Pengetahuan Umum > membaca sebagai gaya hidup

membaca sebagai gaya hidup

by : ofa ragil boy

membaca Membaca adalah investasi (membaca yang bermanfaat). Sepakat ngga dengan kata tersebut? Membaca bukan berarti dari buku saja, melainkan dari berbagai media. Membaca itu mampu meningkatkan kualitas hidup kita. Mungkin manfaatnya tidak dapat dirasakan secara langsung, tapi pasti akan dirasakan beberapa waktu kemudian. Dengan catatan, bahwa yang kita baca itu memang benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari (applied knowledge). Jadi, bukan sekedar bacaan belaka.

Membaca dapat memberikan input berupa wawasan dan cara pandang baru. Terutama membaca sesuatu yang ditulis dari seorang praktisi atau mereka yang ahli di bidangnya. Atau membaca apa pun yang mampu menginspirasi kita menuju peningkatan kualitas hidup, misalnya membaca buku tentang kesehatan, pengembangan diri, biografi orang-orang sukses, de-el-el.

Kita tentu bisa menyelami dan memetik pengalaman dari sang penulis. Saya yakin buku-buku yang berkualitas akan mengontaminasi pembacanya pada peningkatan kualitas hidup. Bila kualitas hidup meningkat insya Allah kesejahteraan hidup, kualitas dan kuantitas secara finansial juga akan meningkat.

Bukankah dengan peningkatan kualitas hidup akan meningkatkan gaya hidup pula? Dan membaca itu sendiri sudah menjadi kebiasaan (gaya hidup) orang-orang modern dan civilized, yakni orang-orang yang ingin maju dan berkembang. Bukan materi saja yang prioritas, tapi knowledge-lah yang paling utama. Pilih mana, harta atau ilmu? Saya pikir harta itu hanyalah salah satu efek dari ilmu yang diaplikasikan. Ilmu itu sendiri adalah “kekayaan sejati”, harta yang tiada pernah habisnya, meskipun telah diamalkan ke milyaran orang, dan ke beberapa turunan, bahkan yang ada ilmu itu akan bertambah, lain halnya dengan harta, yang bila diamalkan akan berkurang.

Kategori:Pengetahuan Umum
  1. Ki Semar
    19 Januari 2009 pukul 19:03

    Ma’af kalau aku ngasih komentar yang kurang pas menurut kacamata mas. Ada satu kaidah sifat manusia:

    MANUSIA SELALU MENGINGINKAN SESUATU YANG BELUM DIMILIKIYA.

    Kalau ada dua pilihan antara harta dan ilmu seperti yang mas sebut tadi, berarti disini ada 2 alternatif :
    1. Kalau seseorang memilih harta, berarti dalam kesehariannya dia sudah memiliki ilmu tapi tidak punya harta.

    2. Kalau dia memilih ilmu, berari dalam kesehariannya dia sudah punya harta tetapi tidak memiliki ilmu.

    Salam dari : Ki Semar

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: